Rabu, 30 April 2014

Golput

Berlama-lama Aku menantimu. Hingga tiba pada waktunya. Dia memasuki kamar khusus yang telah disediakan. Lalu menatap sekujur tubuhKu dengan tatapan penuh makna. Aku diam. Kuharap Dia agresif dan beringas memperlakukan Aku seperti halnya orang lain memperlakukan Aku sebelumnya.
Hemh....Dia hanya meraba-raba tubuhKu yang putih. Tanpa melakukan apapun. BajuKu pun Dia Rapihkan kembali seraya meninggalkan Aku di kamar lain secara begitu saja.
Aku tidak merasa bahagia saat seorang lelaki tampan bertangan lembut, menjamahKu. Lagi-lagi Dia membuka bajuku. Kali ini lelaki berkaca mata itu cukup lama memandangi tubuhKu. Tampak dahinya mengernyit. Lalu kembali memandangiku secara seksama. Beberapa kali tubuhKu dibolak-balikkannya.
Seperti halnya lelaki yan pertama menjamahKu, lelaki ini pun melakukan hal yang sama. Aku dipisahkan dari yang lainnya.
“Semuanya berjumlah 350. Yang sah 273, tidak sah 76, golput 1” ujar seorang lelaki bersuara lantang.
Berpasang-pasang mata menoleh tubuhKu. Lalu mereka memicingkan mata dan mengucilkan Aku seorang diri.
@POLITIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar