“Perawakan begini, paling satu dua gerakan juga, nonggeng kok” pikirku optimis.
“Silahkan, Kakek yang nyerang duluan” ucapku kalem.
“Waduuuhhh....Kakek harus siap-siap menggendong, Nak. Mana sepuluh balikan lagi” balasnya sambil memasang jurus.
Beberapa jurus telah berlalu. Si Kakek misterius itu tampak kalem memainkan jurus-jurusnya. Kakek tua ini bener-bener memaksaku mengerahkan seluruh kemampuanku. Sesekali Aku menyeka keringat yang tiba-tiba membasahi keningku.
Sungguh diluar dugaanku. Si Kakek melakukan gerakan manuver. Membuat dadaku serasa sesak. “Hehehehehe.....bagaimana ?” Si Kakek terkekeh-kekeh sembari menatap wajahku dengan tatapan ledekan.
“Ayo gendong Kakek. Ngga banyak kok, cuma sepuluh balikan saja”
“Kek, Rud. Ayo kita makan dulu” seru Rina menghampiri.
“Ooohhh...,jadi ini Kakek kamu, Rin?” tanyaku.
“He’emh.....,Kakek adalah Grand Master di jamannya, Rud”
Sejurus, Aku sungkem dengan menyambar tangan dan mencium tangan kanan Kakeknya Rina.
“Yaa sudah, permainanmu sangat bagus, cuma..” Kakek tidak melanjutkan kata-katanya.
“Kakek terima kalah. Sekarang kita makan yuk” ajaknya.
@emosional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar