Tampilkan postingan dengan label Atep Suryana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atep Suryana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2014

SANG -GM

“Perawakan begini, paling satu dua gerakan juga, nonggeng kok” pikirku optimis.
“Silahkan, Kakek yang nyerang duluan” ucapku kalem.
“Waduuuhhh....Kakek harus siap-siap menggendong, Nak. Mana sepuluh balikan lagi” balasnya sambil memasang jurus.
Beberapa jurus telah berlalu. Si Kakek misterius itu tampak kalem memainkan jurus-jurusnya. Kakek tua ini bener-bener memaksaku mengerahkan seluruh kemampuanku. Sesekali Aku menyeka keringat yang tiba-tiba membasahi keningku.
Sungguh diluar dugaanku. Si Kakek melakukan gerakan manuver. Membuat dadaku serasa sesak. “Hehehehehe.....bagaimana ?” Si Kakek terkekeh-kekeh sembari menatap wajahku dengan tatapan ledekan.
“Ayo gendong Kakek. Ngga banyak kok, cuma sepuluh balikan saja” “Kek, Rud. Ayo kita makan dulu” seru Rina menghampiri.
“Ooohhh...,jadi ini Kakek kamu, Rin?” tanyaku. “He’emh.....,Kakek adalah Grand Master di jamannya, Rud”
Sejurus, Aku sungkem dengan menyambar tangan dan mencium tangan kanan Kakeknya Rina. “Yaa sudah, permainanmu sangat bagus, cuma..” Kakek tidak melanjutkan kata-katanya. “Kakek terima kalah. Sekarang kita makan yuk” ajaknya.
@emosional

Golput

Berlama-lama Aku menantimu. Hingga tiba pada waktunya. Dia memasuki kamar khusus yang telah disediakan. Lalu menatap sekujur tubuhKu dengan tatapan penuh makna. Aku diam. Kuharap Dia agresif dan beringas memperlakukan Aku seperti halnya orang lain memperlakukan Aku sebelumnya.
Hemh....Dia hanya meraba-raba tubuhKu yang putih. Tanpa melakukan apapun. BajuKu pun Dia Rapihkan kembali seraya meninggalkan Aku di kamar lain secara begitu saja.
Aku tidak merasa bahagia saat seorang lelaki tampan bertangan lembut, menjamahKu. Lagi-lagi Dia membuka bajuku. Kali ini lelaki berkaca mata itu cukup lama memandangi tubuhKu. Tampak dahinya mengernyit. Lalu kembali memandangiku secara seksama. Beberapa kali tubuhKu dibolak-balikkannya.
Seperti halnya lelaki yan pertama menjamahKu, lelaki ini pun melakukan hal yang sama. Aku dipisahkan dari yang lainnya.
“Semuanya berjumlah 350. Yang sah 273, tidak sah 76, golput 1” ujar seorang lelaki bersuara lantang.
Berpasang-pasang mata menoleh tubuhKu. Lalu mereka memicingkan mata dan mengucilkan Aku seorang diri.
@POLITIK