"Wanita itu dari tadi mengikutiku aja sih? Heh! Jangan-jangan tukang copet," batinku dan kulempar pandangan menyelidik padanya.
"Sepertinya dia ngerti kalo aku tau dia buntuti. Hmmm, oke. Nantang nih? Kulayani tantanganmu," kataku dalam hati.
Kulangkahkan kaki perlahan, sengaja aku hanya berputar-putar, sebentar berhenti di lapak pedagang sayur, selangkah kemudian memilih buah. Meski bumbu dapur di rumah masih cukup, sengaja kubeli beberapa.
"Hmmm kena kau sebentar lagi," ancamku dengan mempercepat langkah.
Dia mendekat dan memepetku. Didekatkan mulutnya ke kupingku, lalu berbisik, "Maaf, resleting rok Mbak terbuka."
Dia pun berlalu tanpa melihat reaksiku.
LRD, 240414
Tidak ada komentar:
Posting Komentar