Tampilkan postingan dengan label Edoh Lukman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edoh Lukman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2014

Kubuktikan Katamu

"Dasar playboy! Ga bisa dipercaya!" Neng marah besar memergoki pacarnya selingkuh.
"Jangan marah dong, Sayang. Dia cuma teman waktu TK. Di hati Abang hanya ada Neng seorang. Sumpah! Belah saja dadaku!" elak Si Abang.
Krak!!!
"Benar-benar pembohong besar!" Neng berlalu, meremas hati Abang dan membuang kapak dalam selokan.
LRD, 260414

Jangan Berebut Kursi

"Selamat, Pak Toyib. Akhirnya, Anda bisa duduk di kursi gedung hijau," kata Pak Joko pada teman bisnisnya yang pindah haluan.
"Terima kasih, Pak Joko. Ini berkat kemurahan hati Bapak juga yang mau menyumbangkan kursi bekas anak TK dari seluruh pelosok nusantara," jawab Pak Toyib dengan bangga.
LRD, 250414

Terlalu Cinta

"Selamat pagi, Sayangku. Hari ini Masmu ini sedih, masa ada yang bilang aku gila hanya karena membelikanmu baju," ujar seorang Lelaki berputar-putar, di pekuburan, memakai gaun dengan kerudung berwarna biru.
"Bagus kan, Sayang?" lanjutnya seraya tersenyum.
LRD, 240414

Penguntit

"Wanita itu dari tadi mengikutiku aja sih? Heh! Jangan-jangan tukang copet," batinku dan kulempar pandangan menyelidik padanya.
"Sepertinya dia ngerti kalo aku tau dia buntuti. Hmmm, oke. Nantang nih? Kulayani tantanganmu," kataku dalam hati.
Kulangkahkan kaki perlahan, sengaja aku hanya berputar-putar, sebentar berhenti di lapak pedagang sayur, selangkah kemudian memilih buah. Meski bumbu dapur di rumah masih cukup, sengaja kubeli beberapa.
"Hmmm kena kau sebentar lagi," ancamku dengan mempercepat langkah.
Dia mendekat dan memepetku. Didekatkan mulutnya ke kupingku, lalu berbisik, "Maaf, resleting rok Mbak terbuka."
Dia pun berlalu tanpa melihat reaksiku.
LRD, 240414