Rabu, 30 April 2014

Terasi Basah

Di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur, tiga orang santri sedang memasak untuk makan malam. Tidak ada yang istimewa. Standar anak pondok. Sambel terasi, krupuk sama nasi hangat.
Salah satu santri sedang menggoreng cabe dan bahan lainnya untuk membuat sambalnya. Dua yang lainnya menyiapkan nasi dan bumbunya.
Tiba-tiba saja listrik padam. Mereka pun cuma mengandalkan penerangan dari api tungku.
"Cak, trasinya sudah digoreng belum?" "Itu didekat cobek"
Sambal terasi ala kadarnya pun sudah jadi. Merekapun langsung menyantapnya dengan lahap.
"Sambel trasinya mantap, cak. Tapi tumben gorengnya ga garing?" "Yang penting rasanya"
Selesai makan, listrik menyala. Mereka kaget karena terasinya masih utuh. Lebih terkejut lagi ada ayam nyasar didekat mereka.
"Itu tadi yang disambel terasi apa......"
@Humor

Penguntit

"Wanita itu dari tadi mengikutiku aja sih? Heh! Jangan-jangan tukang copet," batinku dan kulempar pandangan menyelidik padanya.
"Sepertinya dia ngerti kalo aku tau dia buntuti. Hmmm, oke. Nantang nih? Kulayani tantanganmu," kataku dalam hati.
Kulangkahkan kaki perlahan, sengaja aku hanya berputar-putar, sebentar berhenti di lapak pedagang sayur, selangkah kemudian memilih buah. Meski bumbu dapur di rumah masih cukup, sengaja kubeli beberapa.
"Hmmm kena kau sebentar lagi," ancamku dengan mempercepat langkah.
Dia mendekat dan memepetku. Didekatkan mulutnya ke kupingku, lalu berbisik, "Maaf, resleting rok Mbak terbuka."
Dia pun berlalu tanpa melihat reaksiku.
LRD, 240414